Program Penyuluhan dan Bina Desa meningkatkan Produktivitas Pertanian dikalangan Masyarakat Tani

Oleh : Pandu Mas Saputra (TEP 43)

Kepala Departemen Agritech BEM F

Keadaan bangsa Indonesia untuk terus mempertahankan posisi strategis pertanian terus mengalami perbaikan walaupun tidak terlalu signifikan karena pertanian merupakan sektor utama seperti yang dikatakan oleh presiden pertama Ir.Soekarno yang menyebutkan bahwa pertanian merupakan sektor hidup atau matinya suatu bangsa. Tetapi setelah tahun 1984 negara kita mengalami penurunan kondisi pertanian nasional termasuk produktivitas gabah kring giling (GKG). Dengan Revitalisasi pertanian dan penyuluhan ke berbagai elemen yang terkait dengan pertanian akhirnya tahun 2007 akhir Menteri Pertanian RI menyebutkan bahwa Indonesia sudah mulai pada tahap swasembada beras seperti pada tahun 1984. Hal itu bisa kita lihat pada sektor ekspor.

Kinerja ekspor masih terus membaik dengan dicapainya nilai ekspor sebesar US$ 11,085 miliar pada bulan Januari 2008, namun harus diwaspadai bahwa kenaikan nilai ekspor itu tidak terlepas dari faktor eksternal berupa kenaikan harga komoditi dunia. Dengan pertumbuhan produksi sektor industri pengolahan yang hanya sekitar 4,7 persen pada tahun 2007, dan kenaikan sektor pertanian yang hanya 3,5 persen, maka dapat dipastikan bahwa kenaikan nilai ekspor pada kedua sektor tersebut yang masing-masing mencapai 16,76 persen dan 17 persen pada tahun 2007 lebih disebabkan oleh kenaikan harga komoditas ekspor pada kedua sektor tersebut.

Berdasarkan nilai ekspor pertanian selama dua bulan pertama tahun 2008 mencapai nilai 682,2 juta dolar AS atau sekitar 3,16% dari nilai total ekspor Indonesia yang mencapai 21.617,5 juta dolar. (Sources: Data BPS dan & sumber terkait, data diolah oleh F.Hero K Purba). Dari segi nilai, kontribusi sektor pertanian memang masih di bawah sektor lain, tetapi dari segi angka pertumbuhan ekspor pertanian telah melebihi pertumbuhan ekspor sektor lainnya. Dengan meningkatkan kinerja ekspor produk pertanian yang berdaya saing memberikan suatu tujuan untuk mengidentifikasi negara-negara tujuan ekspor produk pertanian Indonesia, dengan mengetahui trend ekspor dipasar Internasional pada negara tujuan ekspor dan perkembangannya dimasa yang akan datang, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor produk pertanian Indonesia yang berdaya saing berdasarkan kualitas standar dipasar Internasional untuk negara tujuan ekspor.

Selain ekspor dalam perkembangan parameter pertanian yang menuju pada perkembangan globalisasi didunia, khususnya di ASEAN juga ditunjang peningkatan mutu pengembangan karakter dan softskill di kalangan mahasiswa terutama para mahasiswa pengelola lapisan struktur organisasi itu seperti BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), Himpro (Himpunan Profesi), UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) serta DPM ( Dewan Perwakilan Mahasiswa). Organisasi mahasiswa tersebut sangat berperan untuk meningkatkan produktivitas para petani di Indonesia dengan program penyuluhan dan bina desa.

Penyuluhan yang diberikan oleh mahasiswa terhadap para petani dan masyarakat tani bisa dilakukan secara teoritis dan praktek langsung terhadap permasalahan yang terjadi di lapangan. Karena untuk meningkatkan kemampuan ekspor lebih dari 3,16% hasil komoditi pertanian ke pasar global dibutuhkan pengetahuan yang luas oleh masyarakan tani melalui penyuluhan. Di daerah NTB dan sekitarnya saja dibutuhkan 18.000 tenaga penyuluh pertanian untuk mengatasi permasalahan pertanian didaerah itu.(Deptan, September 2008). Oleh karena itu penyuluhan yang dilakukan oleh para mahasiswa secara tidak langsung membantu program departemen pertanian untuk memberikan pemahaman pertanian terkini. Sehingga tercapai peningkatan produktivitas pertanian.

Selain penyuluhan juga dilakukan bina desa. Kegiatan ini dilakukan tidak berbeda dengan penyuluhan tetapi kegiatan ini dilakukan cenderung memiliki targetan lokasi yang ingin ditingkatkan produktivitas pertaniannya dikarenakan potensi sumberdaya pertanian yang maksimal. Kegiatan ini biasanya mahasiswa melakukan pembinaan pada masyarakat tani mengenai pendidikan pertanian, sharing permasalahan pertanian secara rutin dan sosialisasi teknologi pertanian terpadu. Oleh karena itu tidak heran jika Ir. Soekarno pada salahsatu pidatonya mengatakan bahwa 10 pemuda akan mengubah dunia.

Mahasiswa sebagai elemen pemuda yang produktif dan memiliki intelektualitas sudah seyogyanya sebagai agen perubahan bangsa terutama pada sektor pertanian. Wadah pelatihan, pengelolaan dan pengembangan karakter menuju kepemimpinan yang unggul dilakukan pada organisasi kemahasiswaan yang mereka ikuti. Seharusnya mahasiswa yang memilki jiwa kepemimpinan yang unggul harus memilki 8 etos kerja untuk menunjang kemampuannya yaitu, mampu bekerja tulus penuh rasa syukur, komit bekerja benar penuh tanggungjawab, terbiasa bekerja tuntas penuh integritas, suka bekerja keras penuh semangat, dapat bekerja serius penuh kecintaan, sanggup bekerja cerdas penuh kreativitas, senantiasa bekerja unggul penuh ketekunan dan selalu bekerja paripurna penuh kerendahan hati

Pengembangan karakter sebagai kepemimpinan unggul untuk meningkatkan kemampuan verbal yang dicapai pada organisasi kemahasiswaan sehingga capaian yang dihasilkan menuju angka pasar ASEAN dengan berasaskan 8 etos kepemimpinan handal.

2 comments Oktober 15, 2008

Tips Sukses Melamar ke Media Massa

Setiap orang tentu berharap bahwa surat lamarannya dijawab. Kemudian
dipanggil tes dan lulus. Namun sebelum itu ada beberapa hal harus
ditempuh mulai dari menyusun daftar riwayah hidup sampai dengan
menyusun kata-kata pengantar yang memukau staf personalia.

Saya yakin banyak sekali kiat Anda namun berdasarkan pengalaman dan
beberapa tips yang dapat dibaca di berbagai media ada beberapa hal
perlu diperhatikan.

1. Daftar riwayat hidup Anda adalah “wajah” Anda pertama kali ketika
bersentuhan dengan sebuah lembaga lain. Oleh sebab itu Anda sebisa
mungkin tampil dengan prima. Seperti Anda tampil dengan jas dan dasi
kalau sudah tahap wawancara menentukan, maka surat lamaran dan daftar
keahlian Anda sebaiknya disusun dengan rapi. Sekarang banyak sekali
cara menyusun daftar riwayat hidup baik yang sudah dibuat di dalam buku
atau di dunia internet.

2. Penampilan prima dengan susunan yang rapih merupakan langkah
pertama namun perlu Anda isi dengan data yang benar dan terlihat
profesional. Artinya, ketika tampil pertama kali dalam surat Anda
sebaiknya juga mencantumkan seluruh kemampuan yang Anda miliki, latar
belakang pendidikan serta latihan juga berbagai karya tulis dan seminar
yang relevan denga tujuan lembaga yang Anda inginkan. Jangan masukkan
kegiatan olahraga jika Anda melamar menjadi wartawan bidang politik
misalnya. Juga tidak perlu dicantumkan seminar Orde Baru kalau Anda
menginginkan posisi di majalah teknologi. Mungkin seminar internet
lebih relevan untuk keperluan itu.

3. Kalau membuat surat lamaran dan CV jangan sekali kali dilipat
seperti surat biasa. Setelah Anda cetak rapih dengan laser printer
misalnya, simpan di amplop A4 dan lem dengan baik. Jangan sampai amplop
itu terlipat dan lusuh. Sampai Anda poskan atau serahkan ke alamat yang
dituju, jaga kebersihan. Jika perlu kirim dengan pos tercatat supaya
tidak hilang. Percumah saja menulis dan mencetak rapih kalau di jalan
hilang.

Masih ada beberapa hal lagi jika Anda ingin sukses dalam melamar ke
media massa. Mungkin diantara Anda masih bisa menambahkan daftar
panjang agar semakin banyak orang sukses.

Add comment Oktober 15, 2008

Tiga Catatan Akhir di bulan Ramadhan

“Siapa yang tidak mampu meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa), maka Allah tidak membutuhkan lapar dan hausnya.” (HR. Al-Bukhari)

Maha Agung Allah Yang menggantikan malam kepada siang. Siang pun kembali menuju malam. Hari-hari beriring membentuk bulan. Dan bulan-bulan pun beredar menjadi tahun. Semua nikmat dan berkah-Nya seperti berkumpul pada satu puncak bulan: Ramadan. Kini “madu” Ramadhan tahun ini sudah sampai di tetes terakhir untuk kita nikmati. Ada tiga catatan yang patut kita garis bawahi selama menikmati Ramdhan tahun ini, (tapi Anda bisa menambahkannya sesuai perenungan yang Anda dapatkan selama menikmati Ramadhan tahun ini).

Pertama, seliar apa pun nafsu kita, ia bisa didewasakan.

Momentum Ramadan menyediakan tarbiyah khusus buat nafsu kita. Mungkin, nafsu bisa mendikte apa pun di luar Ramadan. Di balik tuntutan lapar, ia bisa saja menciptakan seribu satu dalih agar orang mencuri. Ia juga bisa mengelabui orang hingga terjebak pada zina. Dan di balik tuntutan istirahat, ia pun mampu mengungkung orang menjadi penyantai dan pemalas.

Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “…sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. 12: 53)

Di luar Ramadan, pintu-pintu aliran energi nafsu kerap terbuka lebar. Ia bebas mondar-mandir. Bisa bertingkah seperti apa pun menurut seleranya. Kekuatan nafsu kian berkembang bersama energi yang diperoleh tubuh dari makan, minum, dan lain-lain. Bayangkan jika pintu-pintu itu tak pernah tertutup. Nafsu jadi kian liar.

Allah swt. menghadiahi shaum agar seorang mukmin bisa mendewasakan nafsu. Bisa menutup-buka pintu-pintu energinya. Hingga, nafsu tidak lagi seperti anak kecil yang bisa dapat apa pun ketika merengek dan menuntut. Nafsu harus dipaksa. Agar, ia bisa dewasa. Semoga tarbiyah Rabbaniyah di bulan Ramadhan ini telah memdewasakan nafsu kita. Sehingga, pasca Ramadhan nanti kita bisa mengendalikan diri.

Kedua, sekotor apa pun jiwa kita, ia bisa dibersihkan.

Jangan pernah membayangkan kalau yang di dalam tak tersentuh kotoran. Alur hidup persis seperti aliran air dalam pipa-pipa. Ada yang masuk, mengalir dan berproses hingga menjadi keluaran. Kian kotor masukan, makin banyak endapan yang melekat pada bagian dalam pipa. Suatu saat, pipa bisa keropos. Ini akan berpengaruh pada keluaran yang dihasilkan.

Selama sebelas bulan, saringan-saringan masukan boleh jadi begitu longgar. Bahkan mungkin, tidak ada sama sekali. Semua bisa masuk. Mulai dari yang samar, kotor, bahkan beracun. Kalau saja tidak dipaksa ada saringan, proses pengeroposan menjadi sangat cepat. Jiwa-jiwa yang keropos akan membutakan mata hati. “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami? Atau, telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukan mata itu yang buta, tetapi hati yang di dalam dada.” (QS. 22: 46)

Jika aliran yang masuk melalui pipa mata, telinga, mulut, pikiran, dan rasa bisa tersaring jernih; tidak akan ada endapan. Tidak akan ada tumpukan racun si pembuat keropos. Otomatis, keluaran pun menjadi bersih. Ibadah yang sebelumnya berat menjadi ringan. Sangat ringan!

Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “dan jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sungguh beruntung yang mensucikan jiwa itu, dan sungguh merugi yang mengotorinya.” (QS. 91: 7-10)

Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung karena telah berusaha membersihkan jiwa kita selama sebulan di Ramdhan tahun ini.

Ketiga, sepicik apa pun ego kita, ia bisa dicerdaskan.

Kadang manusia bangga berdiri di atas egonya. Seolah ia mengatakan, “Inilah saya!” Nalar berikutnya pun bilang, pusatkan semua kekuatan diri demi kepuasan ego. Walau sebenarnya, keakuan itu sudah melabrak nilai-nilai ketinggian Islam.

Karena ego, orang bisa menganggap kalau dirinyalah yang terbaik. Tak perlu masukan dan sumbang saran. Karena ego pula, orang menjadi tak perlu berjamaah. Ego menghias kepicikan diri menjadi prestasi besar.

Ramadan memaksa ego untuk tunduk dengan kenyataan. Bahwa, yang ego banggakan ternyata tak sekuat yang dibayangkan. Dan kelemahannya begitu sederhana. Semua ada pada energi yang dihasilkan dari nasi, ikan, telur, dedaunan, dan air. Selebihnya, ego tak punya apa-apa.

Dalam bentuk yang lain, ego bisa ditundukkan dengan memperbanyak sujud. Itulah di antara makna qiyamul lail. Ketika sendiri, kemuliaan ego melalui simbol kepala secara terus-menerus disejajarkan dengan bumi. Suatu tempat di mana di situ ada kotoran, tempat berpijak kaki-kaki hewan, dan tempat berkumpul kotoran manusia. Ego dipaksa untuk melihat kenyataan diri. Bahwa, ia hanya seorang hamba.

Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya...” (QS. 98: 5)

Semoga tarbiyah Rabbaniyah di Ramadhan tahun ini telah mengembalikan kita kepada kesadaran bahwa kita hanyalah seorang hamba yang tugas utamanya adalah menyembah Allah. Tidak lebih.

Inilah momentum Ramadan yang begitu mahal. Persis seperti kucuran hujan buat para petani. Kumpulan airnya akan berlalu begitu saja jika tidak segera dibendung, dialirkan, dan dimanfaatkan. Agar, benih-benih kebaikan baru bisa tumbuh, besar, dan berbuah. Semoga kita bukan petani yang lalai menampung hujan rahmat di Ramadhan tahun ini.

1 comment September 17, 2008

Mengelola Ketidaksempurnaan

Apalagi yang tersisa dari ketampanan setelah ia dibagi habis oleh Nabi Yusuf dan Muhammad. Apalagi yang tersisa dari kecantikan setelah ia dibagi habis oleh Sarah, istri Nabi Ibrahim, dan Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW? Apalagi yang tersisa dari pesona kebajikan setelah ia direbut oleh Ustman bin Affan? Apalagi yang tersisa dari kehalusan budi setelah ia direbut habis oleh Aisyah?

Kita hanya berbagi pada sedikit yang tersisa dari pesona jiwa raga yang telah direguk habis oleh para nabi dan orang shalih terdahulu. Karena itu persoalan cinta selalu permanen begitu: jarang sekali pesona jiwa raga menyatu secara utuh dan sempurna dalam diri kita. Pilihan-pilihan kita, dengan begitu, selalu sulit. Ada lelaki ganteng atau perempuan cantik yang kurang berbudi. Sebaliknya, ada lelaki shaleh yang tidak menawan atau perempuan shalehah yang tidak cantik. Pesona kita selalu tunggal. Padahal cinta membutuhkan dua kaki untuk bisa berdiri dan berjalan dalam waktu yang lama. Maka tentang pesona fisik itu Imam Ghazali mengatakan: “Pilihlah istri yang cantik agar kamu tidak bosan.” Tapi tentang pesona jiwa itu Rasulullah SAW bersabda: “Tapi pilihlah calon istri yang taat beragama niscaya kamu pasti beruntung.”

Persoalan kita adalah ketidaksempurnaan. Seperti ketika dunia menyaksikan tragedi cinta Puteri Diana dan Pangeran Charles. Dua setengah milyar manusia menyaksikan pemakamannya di televisi. Semua sedih. Semua menangis. Puteri yang pernah menjadi trendsetter kecantikan dunia dekade 80-an itu rasanya terlalu cantik untuk disia-siakan oleh sang pangeran. Apalagi Camila Parker yang menjadi kekasih gelap sang pangeran saat itu, secara fisik sangat tidak sebanding dengan Diana. Tapi tidak ada yang secara obyektif mau bertanya ketika itu. Kenapa akhirnya Charles lebih memilih Camila, perempuan sederhana, tidak bisa dibilang cantik, dan lebih tua ketimbang Diana, gadis cantik berwajah boneka itu? Jawaban Charles mungkin memang terlalu sederhana. Tapi itu fakta, “Karena saya lebih bisa bicara dengan Camila.”

Kekuatan budi memang bertahan lebih lama. Tapi pesona fisik justru terkembang di tahun-tahun awal pernikahan. Karena itu ia menentukan. Begitu masa uji cinta selesai, biasanya lima sampai sepuluh tahun, kekuatan budi akhirnya yang menentukan sukses tidaknya sebuah hubungan jangka panjang. Dampak gelombang magnetik fisik berkurang Bukan karena kecantikan atau ketampanan berkurang. atau hilang bersama waktu.
Yang berkurang adalah pengaruhnya. Itu akibat sentuhan terus menerus yang mengurangi kesadaran emosi tentang gelombang magnetik tersebut.

Apa yang harus kita lakukan adalah mengelola ketidaksempurnaan melalui proses pembelajaran. Belajar adalah proses berubah secara konstan untuk menjadi lebih baik dan sempurna dari waktu ke waktu. Fisik mungkin tidak bisa dirubah. Tapi pesona fisik bukan hanya tampang. Ia lebih ditentukan oleh aura yang dibentuk dari gabungan antara kepribadian bawaan, pengetahuan dan pengalaman hidup. Ketiga hal itu biasanya termanifestasi pada garis-garis wajah, senyuman dan tatapan mata serta gerakan refleks tubuh kita. Itu yang menjelaskan mengapa sering ada lelaki yang tidak terlalu tampan tapi mempesona banyak wanita. Begitu juga sebaliknya.

Itu jalan tengah yang bisa ditempuh semua orang sebagai pecinta pembelajar. Karena pengetahuan dan pengalaman adalah perolehan hidup yang membuat kita tampak matang. Dan kematangan itu pesonanya. Sebab, setiap kali pengetahuan kita bertambah, kata Malik bin Nabi, wajah kita akan tampak lebih baik dan bercahaya.

Anis Matta.

3 comments September 17, 2008


Salam redaksi

Alhamdullilah. Blog ini mungkin akan sangat bermanfaat bagi saya, dan kita semua karena beberapa berita yang dapat dinikmati pembaca berupa tausiyah, kiritikan keras ke pemerintah dan sharing. Mohon untuk mengisi komentar setelah membaca. kritik dan saran mohon disampaikan ke (pandumas@yahoo.co.id). Regards, Pandu Mas Saputra

Kalender Masehi

Februari 2010
S S R K J S M
« Okt    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Tulisan Terakhir

Who am I

;; Wajah penuh senyuman persahabatan ketegasan yang menyejukan persahabatb yabg sejati yang ku harapkan

tulisan

Komentar Terakhir

erie di Program Penyuluhan dan Bina De…
fliesfreely di Program Penyuluhan dan Bina De…
azkaa,, di Tiga Catatan Akhir di bulan…
erie di Mengelola Ketidaksempurna…
astronomerzz.. di Mengelola Ketidaksempurna…

Blogroll

Institusi

Karya Ku